Penyakit gondok atau struma merupakan suatu pembengkakan atau munculnya benjola yang cukup besar pda leher bagian depan atau samping (pada tenggorokan). Gondok terjadi akibat pertumbuhan kelenjar gondok yang tidak normal.
Penyakit gondok dikenal sebagi penyakit yang diakibatkan oleh kurangnya yodium dalam makanan sehari-hari. Akibat kekurangan yodium, terutama bila terjadi pada ibu hamil yang dapat berakibat pada kematian bayi atau bayi yang akan diahirkan mengalami keterlambatan mental dan atau tuli. Meski sang ibu tidak menderita penyakit gondok sekalipun.

Gondok juga dapat terjadi akibat gangguan pada kelenjar tiroid yang tidak mampu mensekresikan hormon tiroid sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Gejala awal seseorang menderita gondok mudah dipahami dan dikenali, seperti :
1. Sakit tenggorokan. Gejala ini merupakan gejala umum yang dirasakan, meskipun sakit tenggorokan tidak dapat dijadikan sebagai tolak ukur dari timbulnya penyakit gondok.
2. Selera makan yang mulai menurun dan berkurang. Ketika kelenjar tiroid terganggu pada tenggorokan, terjadi penurunan selera makan yang cukup drastis. Hal ini disebabkan oleh susah menelan
3. Mulut mulai terasa tegang dan nyeri saat mengunyah atau menelan makanan
4. Ketika malam hari, suhu tubuh tinggi (panas)
5. Terkadang sering mengalami dengungan pada telinga
6. Timbul tonjolan kecil pada tenggorokan yang kemudian membengkak dan tonjolan semakin terlihat besar pada tenggorokan.
Sebenarnya penyakit gondok ini dapat dicegah denga mengatur pola makan yang seimbang dan mengatur asupan makanan yang mengandung yodium seimbang, agar kelenjar gondok dan kelenjar tiroid dapat berjalan baik dan normal.

Kelenjar gondok atau tiroid dibawah jakun. Kelanjr ini menghasilkan hormone tiroksin yang berfungsi mengatur kecepatan metabolism. Contoh metabolism yang dipengaruhi tiroksin adalah laju penggunaan sari makanan dan penggunaan oksigen oleh sel. Hormon tiroksin juga penting untuk perkembangan tubuh dan mental. Hormon tiroksun haris berada dalam jumlah yang tepat. Kelebihan hormone tiroksun atau hipertiroidisme ditandai dengan meningkatnya metabolism, denyut jantung cepat, mudah gugup dan emosional. Seseorang yang kekurangan hormone tiroksun atau hipotiroidisme dapat menyebabkan terhentinya pertumbuhan. Jika hal ini terjadi pada masa anak-anak akan menyebabkan kekerdilan. Penyakit ini dinamakan kretnisme. Apabila kekurangan tiroksinb tersebut pada waktu dewasa akan menyebabkan menurunnya metabolism dan aktivitas peredaran darah. Kelenja r tiroid dapat mengalami pembesaran sampai 15 kali ukuran normal. Pembesaran kelenjar inilah yang sering disebut penyakit gondok tiroid. Penyakit ini diakibatkan oleh kekurangan yodum.
Gondok hampir selalu ada pada bayi hipertiroid kongenital. Gondok ini biasanya tidak besar, bayi menampakkan gejala klinis hipertiroidisme dan ibu sering memiliki riwayat penyakit graves.
Gangguan kelenjar gondok. Jika kelopak mata sembab menonjol, tapi bukan sakit mata, jemari gemetar, sering berdebar-debar walau tidak habis melakukan aktivitas fisik, badan terasa lebih panas (gerah) dari biasa, banyak berkeringat, kemungkinan ini gejala aktivitas kelenjar gondok di batang leher berlebihan (hipertiroid).
Semua orang yang tinggal di daerah endemis (daerah yang banyak penderita) gondok harus menggunakan garam beryodium. Garam beryodium dapat mencegah penyakit gondok dan dapat menyembuhkan benjolan gondoknya. Namun benjolan gondok yang lama dan keras hanya dapat dihilangkan dengan pembedahan atau operasi, tetapi tindakan ini tidak selalu diperlukan.